Sesditjen PSP Tinjau Lokasi Cetak Sawah Rakyat di Desa Sukaramai, Tapin Tengah
Sesditjen PSP Tinjau Lokasi Cetak Sawah Rakyat di Desa Sukaramai, Tapin Tengah
Desa Sukaramai, 23 Agustus 2025 – Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Bapak Mulyono, selaku Penanggung Jawab Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, memimpin peninjauan lapangan kegiatan Cetak Sawah Rakyat di Desa Sukaramai, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala BRMP Rawa, Dr. Wahida Annisa Yusuf, sebagai Penanggung Jawab Kabupaten, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, Dr. Mohammad Triasmoro. Hadir pula Babinsa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Kepala Desa Sukaramai beserta aparat desa, serta petani yang terlibat dalam program.
Lokasi cetak sawah di Desa Sukaramai mencakup luasan 323 hektare, dengan realisasi pengolahan lahan mencapai sekitar 94 hektare. Pekerjaan konstruksi dan penyediaan lahan dikerjakan oleh PT Iridian Surya Wahana sebagai pelaksana.
Dalam arahannya, Bapak Mulyono menekankan pentingnya percepatan tanam dengan target awal penanaman pada awal September 2025. Ia juga menginstruksikan agar pola tanam dilakukan dengan metode tugal, menyesuaikan kondisi lahan dan kesiapan petani. Untuk memacu semangat petani, beliau mendorong agar segera dilakukan penanaman pada 1–2 hektare lahan sebagai lahan percontohan, sembari mempercepat pengadaan benih. “Mulailah dari yang kecil, tanam dulu 1–2 hektare agar masyarakat melihat hasilnya. Semangat itu penting. Segera koordinasikan pengadaan benih, kita kejar tanam di awal September,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BRMP Rawa, Dr. Wahida Annisa Yusuf, menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan pendampingan teknis dan memperkuat koordinasi dengan semua pihak agar kendala di lapangan dapat segera teratasi, sehingga program Cetak Sawah Rakyat berjalan sesuai target.
Program ini merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Pertanian dalam memperluas lahan tanam, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta memberdayakan petani lokal melalui pemanfaatan lahan produktif secara optimal.